Sabtu, 28 September 2013

DEFINISI DAN PEMANFAATAN TELEMATIKA SERTA PENGEMBANGAN TELEMATIKA


Definisi Telematika

     Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis telematique, yang atinya adalah sebuah gabungan sistem jaringan komunakisa dan teknologi informasi ( Telecomunication and Informatics ) sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication . Istilah telematika juga dikenal sebagai ( The New Hybrid Technology ) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Istilah telematikan juga merujuk pada hakekat cyberspace, yaitu sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}.
     Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana multimedia. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), Telematika, Multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
     Contoh dari hasil telematika yang paling populer adalah Internet. Dengan Internet semua masyarakat di dunia dapat berkomunikasi dengan teknologi informasi yaitu komputer / laptop dengan cangkupan yang sangat luas. Selain Internet, hasil dari perkembangan telematika yang sedang di kembangkan saat ini adalah GPS ( Global Positioning Satellite ). Beberapa perusahaan besar produsen mobil telah memasang GPS sebagai fitur dari produk mereka. Guna dari GPS disini adalah sebagai alat navigasi yang dapat membantu para pengendara.
Sebenarnya dahulu GPS digunakan untuk keperluan militer yang di kembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama NAVSTAR GPS, tapi seiring perkembangan teknologi GPS sudah mampu membantu penggunanya selain didalam bidang militer.

Pemanfaatan telematika

     Pemanfaatan telematika sejauh ini sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, bahkan sudah menjadi komoditas industri, bisnis informasi, media dan telekomunikasi. Perubahan dalam teknologi telematika telah merubah pola ekonomi, pola hidup dan cara melakukan bisnis secara signifikan. Pemanfaatan internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi bisnis dan memberikan kemudahan dalam melakukan diversifikasi kebutuhan. Pemanfaatan internet dalam e-Government juga telah terbukti dapat meningkatkan kinerja pemerintah didalam penyediaan informasi dan penyelenggaraan layanan kepemerintahan kepada masyarakat dan kalangan bisnis. Konsumen secara mudah dapat melakukan pencarian dan perbandingan untuk mendapatkan produk berkualitas tinggi dan dengan harga kompetitif.
     Perkembangan telematika juga mempengaruhi pola dan fungsi pemerintah, dari semula bersifat memiliki, mengembangkan dan mengoperasikan industri, berubah menjadi penentu kebijakan, pemberi regulasi, pemantau dan pendorong perkembangan sektor industri telematika sebagai peluang bisnis dilihat dari Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar merupakan potensi pasar cukup besar bagi industri hardware telematika. Sebagian besar potensi tersebut menjadi pasar produk luar negeri, karena belum diimbangi hasil produk dalam negeri yang memadai. Kebutuhan industri perangkat keras yang relatif padat modal menjadikan produk telematika masih sangat tergantung kepada produk impor. Potensi pengembangan produk dan pasar yang sangat besar belum dimanfaatkan dengan baik, padahal pengembangan industri software telematika di dalam negeri akan mampu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
     Lemahnya standardisasi dan sertifikasi produk piranti lunak dalam negeri menyebabkan kualitas produk beragam yang membingungkan konsumen. Mengurangi ketergantungan pada piranti lunak import akan sangat berarti dalam meningkatkan kemampuan nasional untuk memanfaatkan telematika. Kelemahan Hukum dan Perundangan serta ketidak relaan membayar lisensi dengan biaya mahal, menyebabkan tingginya tingkat pelanggaran HAKI. Di IndonesiaTelematika juga dapat digunakan sebagai penunjang usaha dan sebagai kata kunci dalam peningkatan kapasitas UKM yaitu efisiensi serta peningkatan daya saing sehingga telematika menjadi salah satu komponen utama dalam efisiensi dan peningkatan daya saing, sebagai contoh dengan internet dapat memiliki akses langsung ke sumber informasi dan pasar serta dengan aplikasi keuangan dapat mengelola administrasi usaha secara baik dengan aplikasi produksi meningkatkan efisiensi dan mutu seperti halnya email yang dapat meningkatkan kemudahan berkomunikasi dengan mitra usaha dan pelanggan.

Pengembangan Telematika dalam Teknologi Informasi


  Ragam bentuk telematika yang dipaparkan pada Bab II, tidak terlepas dari perkembangannya di masa lalu. Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat[17]. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan     
Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis.Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi[18]. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.     Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat olehJhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat "pesan" berbasis "unix", "ethernet", pada tahun 1983[20], persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah "unix", "email", "PC", "modem", "BBS", "ethernet", masih merupakan kata-kata yang sangat langka. Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.    Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society - Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti "JUNK/Batavia". Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR[22].Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar[23].

2. Periode Pengenalan     
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.     Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.     Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Disaat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televise yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkansuatu keputusan terkait perkembangan telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailinglist internet terbesar di Indonesia.

3. Periode Aplikasi     
Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mualai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.  Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal "top-down" direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada cafĂ© dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.     Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuh kembangkan.Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup. Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala di masyarakat. Walaupun demikian, masih banyak factor lain yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tertentu dan factor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda.


Trend Terdepan perkembangan Telematika

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.

Minggu, 02 Juni 2013

8 SAHABAT

     Sewaktu saya SMK saya punya genk yang terdiri dari 8 orang, mereka adalah uyung, sese, echan, wanda, cika, mega, riska dan saya sendiri. Hampir satu sekolah pada mempunyai nama genk masing-masing, sampai kemudian ada salah satu teman saya menanyakan kepada saya apa nama genk kami. Karena saya merasa tidak memiliki genk jadi saya jawab dengan boam (bodo amat) dari sinilah muncul nama genk kami (ya bukan genk juga sih).
      Kami sangat kompak, berangkat dan pulang sekolah selalu bersama-sama naik bis. Saya dan ke empat teman saya rumahnya searah jadi kami selalu bersama-sama. Tapi saya terpisah dengan ke tujuh teman saya pada saat praktek kerja lapangan atau PKL. Walaupun berbeda tempat PKL saya dan teman-teman bisa pulang bareng dengan janjian. Kompak banget dulu kemana-mana selalu bersama, jalan bareng dan seneng sedih bersama. Kalau ada satu teman saya yang sedang sedih, ia akan cerita ke kami semua dan senang hati kami mendengarkan ceritanya serta memberikan nasihat. Sudah tidak aneh lagi kalau sedang cerita terkadang ia pun sampai nangis cerita kepada sahabatnya sendiri.
     Setelah lulus, kami terpisah ada yang kerja dan ada yang kuliah tetapi kami masih sering kumpul dan bercerita tentang kegiatan sekarang yang sedang dijalani. Kalau ketemu dengan mereka rasanya tidak cukup kalau seharian rasanya ingin mengulang masa sekolah dulu yang bisa pergi bersama terus setiap hari. Sekarang uyung kuliah di Bandung, echan kerja di hotel patra jasa, wanda kuliah di Bekasi, cika kerja di daerah Jakarta, mega kerja di daerah Cibitung, riska kuliah di Jakarta dan saya sendiri juga kuliah. Tentu beda cerita antara orang yang sudah bekerja dengan yang masih kuliah, mereka pun sering bercerita tentang pekerjaannya. Oh ya satu lagi sese, dia sudah menikah dan sekarang sedang hamil, beberapa bulan lagi kami akan punya keponakan baru. Semoga d'boam baik-baik aja ya disana dan semoga persahabatan kita akan terus sampai nenek-nenek. :)

Senin, 27 Mei 2013

Reuni Ayah

     Sabtu kemarin saya ikut dengan ayah ke Serang Banten untuk reunian teman kuliahnya dulu. Perjalanan dari Bekasi ke Serang kira-kira 3 jam. Sampai dirumah temannya sudah banyak yang berkumpul. Mereka bernostalgia mengingat jaman waktu mereka kuliah dulu. Teman-teman ayah pun mengajak keluarganya juga untuk mengikuti reunian ini sehinnga saya juga kenal dengan anaknya dari teman ayah. Melihat teman-teman ayah yang rata-rata sudah sukses saya pun terus bertanya kepada ayah karena penasaran. Saya menanyakan apakah orang dapat sukses itu harus pintar sewaktu kuliahnya. Ayah hanya menjawab dahulu teman-teman ayah tidak ada persaingan di masa kuliahnya, semua saling membantu dan saling peduli. Dan kemungkinan mereka sukses adalah karena aktif dalam organisasi sewaktu kuliah dulu.
     Kami di ajak untuk ke kebunnya teman ayah yang bernama Ibu Ani, jaraknya kurang lebih 3km dari rumahnya. Sampai di kebunnya, terlihat beberapa pohon pepaya, buah naga, bengkoang, jambu, pertenakan ayam dan saung kecil. Asiknya melihat kebun yang dapat kita nikmati sendiri buahnya, kemudian kita memetik buahnya untuk dibuat rujak. Kami semua menikmati acara reunian ayah ini walaupun yang bersilaturahmi bukan hanya ayah dan teman-temannya saja tetapi keluarga-keluarga dari ayah dan teman-temannya.
      Tidak terasa waktu sudah sore dan kami pun harus kembali ke Bekasi, walaupun ada sebagian teman ayah yang memilih untuk menginap di rumah ibu Ani. Dari acara reuni ini saya mengambil kesimpulan bahwa silaturahmi harus tetap dijaga walaupun kita sudah sibuk dengan urusan masing-masing agar kita dapat bertukar pengalaman dan menambah informasi. Saya juga berharap semoga komunikasi saya dengan teman-teman sekarang ini dapat berjalan terus sampai lulus dan kita punya urusan masing-masing.

Sabtu, 18 Mei 2013

SOSOK KAKAK


Saya punya kakak yang bernama Annisa yang biasa dipanggil Mba Icha. Jarak umur saya dengan dia hanya beda 2 tahun. Saya sangat dekat dengannya, apapun yang kita alami pasti kita saling berbagi cerita. Mba icha itu kakak yang paling baik menurut saya, nasihat-nasihat dia selalu saya terima dengan baik. Lulus SMA kakak saya bekerja di suatu PT, saya merasakan kehilangan dia karena kesibukan dia yang sedang bekerja. Walaupun ia sibuk, ia tetap meluangkan waktunya untuk cerita dan berbagi pengalaman ke saya tentang kerjaannya di kantor.  Sehabis gajian ia selalu mengajak saya jalan-jalan dan membelikan apa yang saya inginkan. Ia juga membelikan untuk orang tua dan adik-adik saya.
Setahun Mba Icha bekerja, ia memutuskan untuk menikah. Saya masih merasakan dekat dengannya, saya masih sering bercerita apapun dan ia menceritakan ketegangan karena mau menikah. Saat malam harinya saya merasakan sedih karena ia mau menikah, entah kenapa saya sedih padahal seharusnya saya senang. Saat hari pernikahannya saya merasa senang melihat ia tersenyum bahagia di atas pelaminan. Keesokan harinya ia pamit bersama suaminya untuk tinggal dirumah barunya. Disini saya tidak bisa menahan air mata, saya menangis melihat Mba Icha pergi dengan suaminya. Saya tidak berani menatap ia waktu ia pergi dari rumah, saya hanya diam dikamar.
            Setelah beberapa hari saya baru menyadari mengapa saya sedih, saya sangat merasakan kehilangan sosok seorang kakak yang selalu membela, menasehati, melindungi dan temen cerita saya. Semenjak itu, saya selalu menerapkan itu ke adik-adik saya dan sekarang saya lah yang menjadi kakak yang paling tua di keluarga. 

Sabtu, 04 Mei 2013

Perkembangan Penulisan Ilmiah

  Tidak terasa hampir 3 bulan berlalu untuk mengerjakan Penulisan Ilmiah atau biasa disebut PI. Saya sudah mengerjakan aplikasi saya dengan bantuan teman-teman serta senior. Dengan banyak bertanya aplikasi saya pun sudah 50% terselesaikan. Saat bimbingan dosen pembimbing saya masih saja mempermasalahkan aplikasi. Beliau mau aplikasi yang sempurna padahal ini kan Penulisan Ilmiah bukan Aplikasi Ilmiah. Beliau berkata 2 minggu lagi aplikasi kami harus sudah jadi. 
  Minggu pertama pun tiba dan kami disuruh untuk memperlihatkan aplikasi kami seadanya. Saat menunggu giliran untuk konsultasi teman-teman saya bercerita bahwa Dosen pembimbing ini ingin menambahkan hal-hal yang aneh-aneh lagi dalam aplikasi kami, walaupun kami pikir aplikasi kami sudah cukup untuk penulisan ilmiah. Pada saat giliran saya untuk konsultasi, benar saja Beliau menambahkan fitur yang macam-macam untuk aplikasi saya. Dengan tambahan yang Beliau berikan, kami harus menyelesaikannya dalam 1 minggu ke depan. 
  Satu minggu yang saya lalui setiap harinya hanya duduk depan laptop dan berusaha untuk menampilkan aplikasi seperti yang dosen pembimbing minta. Hari ini saya menyelesaikan aplikasi saya untuk di perlihatkan kepada dosen pembimbing besok. Semoga saja besok dosen pembimbingnya langsung setuju dengan aplikasi yang sudah dibuat dan tidak menambahkan fitur yang macam-macam lagi. Penulisan saya pun terabaikan karena terlebih dahulu memfokuskan aplikasi daripada penulisan. Saya juga tidak mengerti mengapa anak sistem informasi penulisan ilmiah nya membuat aplikasi, sistem informasi kan menjurus kepada analisis. Apapun itu semoga saja penulisan ilmiah ini bisa selesai tepat waktu dan sidang nya lancar.

Motorku Hilang

   Hari itu bulan Desember akhir, kakakku dan anaknya menginap dirumahku dan hari itu saya sedang tidak ada jadwal uts. Saya senang bermain dengan anak kecil dan rumahku hari itu ramai sekali. Karena hari itu sedang libur, saya tidak menggunakan motor untuk pergi ke kampus dan juga saya tidak menggunakannya untuk keluar rumah. 
   Malam haripun tiba, motor saya dan ayah saya selalu diparkir di teras rumah dengan ditutupi tikar dan kondisi pagar yang terkunci rapat serta di gembok. Malam-malam sebelumnya kedua motor itu selalu aman jika diletakkan di teras karena posisinya yang berdekatan dengan kaca kamar ayah saya. Malam itu anaknya kakak saya nangis terus dan membuat ayah, ibu serta kakak saya harus bolak-balik bangun dari tidurnya. Malam itu saya tidur pulas sampai tidak mendengar tangisan keponakan saya. 
   Jam 5 pagi saya bangun, solat kemudian belajar untuk UTS. Saat saya sedang membaca materi tiba-tiba ibu saya membuka pintu kamar saya dengan berteriak sangat keras berkata “Nurul motor kamu hilang!” Saya sangat panik dan segera loncat dari kasur kemudian lari ke teras rumah. Saya lihat pintu pagar rumah saya terbuka lebar dan hanya tersisa motor ayah saya saja. Motor saya hilang dan itu motor pun belum lunas dari cicilannya. Ibu saya terlihat shock sedangkan ayah terlihat tenang. Ayah hanya berkata “yasudah bukan rezeky kamu, masih cicilan ini masih bisa dapat asuransi” perkataan ayah saya cukup membuat saya dan ibu saya tenang. Hari itu juga ayah dan ibu mengurus kehilangan ke kantor polisi dan tempat pembelian motor. Saya saat itu tidak fokus uts karena kejadian hilangnya motor yang biasa saya pakai untuk pergi ke kampus.

Jumat, 05 April 2013

KEJUARAAN TAEKWONDO

   Saya aktif dalam UKM Taekwondo di Gunadarma pada saat saya memasuki semester 3. Di SMK dulu saya juga aktif mengikuti beladiri taekwondo, jadi saya bermaksud untuk melanjutkan hobi saya ini. Latihan sering saya ikuti seiring berjalannya kuliah. Hingga suatu hari pelatih saya pun menawarkan untuk ikut pertandingan taekwondo dan saya menyanggupinya. Sewaktu saya SMK dahulu saya pernah mengikuti kejuaraan 2 kali dan selalu kalah, ini merupakan salah satu alasan mengapa saya semangat menyanggupi tawaran pelatih saya. 
   Saya pun terus mengikuti latihan yang ditambah porsi latihannya untuk menghadapi kejuaraan. Pada tanggal 26-27 januari 2013 saya mengikuti Jakarta Taekwondo Festival di Cibubur. Setelah dilihat jadwal pertandingan ternyata saya mendapatkan jadwal tanding tanggal 27 Januari 2013 dengan nomor urut 44 dan 101. Jadi pada tanggal 26 pun saya hanya mengikuti upacara pembukaan dan menyaksikan teman-teman saya yang bertanding hari itu. 
   Keesokan harinya saya datang kembali ke Cibubur, saya berdebar-debar karena akan bertanding hari itu. Hingga akhirnya urutan pertandingan sudah memasuki nomor 40 saya pun bersiap-siap memakai pelindung untuk bertanding. Saatnya tiba nomor 44 pun muncul di papan pertandingan. Pertandingan pun dimulai dan saya sudah terlihat gugup. Setelah kurang lebih 3 ronde berakhir saya berhasil memenangkan pertandingan pertama itu dengan score 6-4. Karena saya berhasil memenangkan pertandingan yang pertama maka saya lanjut pertandingan berikutnya dengan nomor urut 101 untuk memperebutkan medali emas. Saya mampu melewati pertandingan dengan score 15-9. Point 15 adalah point maksimal jadi saya tidak bertanding sampai 3 ronde, cukup 1 ronde saya dapat memenangkan pertandingan itu. Saya merasa puas karena kekalahan yang dulu sering saya dapatkan terbayar sudah.